okezone
Home » Lifestyle » Family
Anak Sakit Karena Demam atau Flu?
Senin, 8 September 2008 - 13:56 wib
detail Foto: Corbis enlarge this image

BAYI yang usianya masih di bawah satu tahun rentan sakit. Mereka kerap terkena flu (influenza) dan pilek yang disertai batuk (common cold), apalagi pada permulaan musim hujan seperti sekarang.

Gejala influenza mencakup demam dan otot terasa kaku. Sedangkan gejala common cold antara lain bersin-bersin, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan, tapi jarang disertai demam. Demam tidak selalu pertanda terserang penyakit influenza. Demam juga bisa diakibatkan infeksi lain.

Lantas, bagaimana membedakan demam yang disebabkan oleh infeksi lain dan demam karena flu? Bagaimana cara mengatasinya? Serta apa saja komplikasi yang menyertainya?

Menurut dr Virginia Dwiyandari, SpA, dari RSIA Graha Permata Ibu Depok, ada beberapa gejala yang dapat diwaspadai untuk mengetahui apakah anak Anda demam atau flu.

Mengapa Demam?

Demam merupakan gejala umum suatu penyakit infeksi atau kondisi non-infeksi termasuk kondisi fisiologis tubuh. Demam juga bisa terjadi karena peningkatan suhu tubuh akibat kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), peningkatan metabolisme tubuh saat berolahraga misalnya dan sebab-sebab lainnya.

Sedangkan tubuh yang terkena infeksi hampir selalu disertai dengan demam baik yang bersifat lokal (pada bagian tubuh tertentu yang terkena infeksi) ataupun seluruh tubuh.

Infeksi dapat terjadi pada kulit, saluran napas, saluran kencing, dan sistem tubuh lainnya. Salah satunya, infeksi akut pada saluran napas biasanya disertai demam, juga gejala di saluran napas seperti batuk, pilek, dan gejala tubuh lainnya.

Gejala Flu dan Batuk Pilek

Gejala flu umumnya diawali dengan gejala lokal pernapasan (pada hidung) dan gejala sistemik. Gejala lokal pernapasan berupa batuk disertai keluarnya dahak, sesak napas, serta tenggorokan terasa kering dan sakit. Sedangkan, gejala sistemik berupa demam tinggi, pada anak-anak sering disertai menggigil, nyeri kepala, badan terasa lemas, kadang disertai nyeri otot.

Sedangkan, gejala batuk pilek (common cold) sangat bervariasi, yang menyerang saluran napas atas (lokal) dan secara sistemik. Gejala lokal berupa hidung terasa panas dan gatal, bersin-bersin, hidung tersumbat, ingus yang sering keluar tampak encer dan bening, mata berair, tenggorokan terasa sakit, dan kering.

Sementara gejala sistemik ringan seperti demam ringan, lemas ringan, sakit kepala ringan, dan pegal-pegal. Gejala sistemik umumnya terjadi bila penyebabnya adalah infeksi yang lebih mudah terjadi bila daya tahan tubuh menurun, atau pada saat tubuh mengalami kelelahan, kedinginan, adanya penyakit menahun, serta pada balita yang daya tahan tubuhnya relatif masih rendah.

Sementara batuk yang menyertai pilek biasanya batuk berdahak karena turunnya lendir ke saluran napas yang merangsang refleks batuk. Batuk pada infeksi dapat batuk berdahak atau kering tergantung kuman penyebabnya. Sedangkan batuk pada alergi dapat berupa batuk tidak berdahak hingga batuk berdahak. Batuk karena infeksi biasanya disertai gejala seperti demam, penurunan nafsu makan, diare, dan sebagainya.

Batuk dapat menyerang setiap saat. Bila disebabkan alergi, batuk bersifat episodik tergantung faktor pencetus seperti makanan tertentu, udara dingin, atau riwayat alergi yang mendukung keadaan ini. Jika tidak disertai infeksi, tidak timbul gejala demam.

Faktor penyebab

Penyakit batuk pilek (common cold) maupun flu (influenza) disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Bisa juga disebabkan oleh faktor pencetus (alergen) seperti debu, udara dingin, bulu binatang, tungau debu rumah, asap rokok atau kendaraan bermotor, AC, kipas angin, serta adanya benda asing atau lesi di saluran napas.

Sedangkan penyebab batuk secara umum adalah infeksi, alergi atau peradangan, aspirasi atau lesi di saluran napas, asap atau gas, penyakit paru primer, atau penyebab di luar paru seperti refluks gastro-esofagus, penyakit jantung bawaan atau psikologis.

Komplikasi pada batuk pilek dan flu

Bila tidak segera ditangani, penyakit flu maupun batuk pilek pada anak dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Seperti infeksi telinga tengah, sinus, ensefalitis (radang otak), bronkiolitis (radang paru-paru), hingga pneumonia.

Infeksi telinga tengah dan sinus terjadi jika ingus tidak bisa keluar. Akibatnya, cairan akan mengumpul di bagian belakang hidung dan tenggorokan bagian atas. Ingus yang bercampur dengan bakteri patogen sampai terjadi komplikasi, mengakibatkan gangguan pada liang telinga tengah dan infeksi. Karenanya, setiap terjadi flu atau pilek, sebisa mungkin ingus dikeluarkan dari dalam hidung anak-anak.

Perlunya imunisasi influenza

Imunisasi influenza dapat mencegah infeksi yang disebabkan oleh virus influenza saja, tidak terhadap infeksi primer virus lain atau bakteri patogen dalam saluran napas. Titer antibodi pascavaksinasi influenza menurun setelah satu tahun sehingga diperlukan vaksinasi ulang setiap tahunnya.

Pada anak usia di atas delapan tahun yang mendapat vaksinasi influenza perlu mendapat dosis kedua dengan interval minimal empat minggu. Akan tetapi, imunisasi influenza dapat diberikan sejak usia 6 bulan.

Imunisasi ini tidak wajib, tetapi dianjurkan utamanya pada individu yang rentan terhadap penyakit tertentu seperti anak dengan penyakit jantung bawaan, anak yang mendapat penekan imun, dan penyakit menahun lainnya. Bila tidak diberikan akan berisiko terkena infeksi influenza.

Perlu diingat, meski sudah mendapat imunisasi influenza masih ada kemungkinan terinfeksi karena imunisasi pada individu dengan kekebalan tubuh rendah akan menghasilkan titer antibodi rendah setelah vaksinasi. Dengan kata lain, pemberian vaksin ini mungkin lebih efektif untuk mencegah komplikasi termasuk infeksi pada saluran napas bawah, daripada mencegah terjadinya infeksi. (Mom& Kiddie/) (nsa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Share Artikel : Facebook | Twitter

Dibaca 3.091 x  

Kirim Komentar

Berita Terkait: keluarga
more...
Berita Lainnya:
more...
« Go Back
© 2007 - 2014 okezone.com, All Rights Reserved.
read/ rendering in 0.1153 seconds -i170-