okezone
Home » News
Aksi Protes Hasil Pemilu Ricuh, 1 Polisi Jadi Korban
Senin, 17 November 2008 - 17:55 wib

PANGKAJENE - Unjuk rasa Masyarakat Peduli Sidrap (Mapesid) di Kantor KPU yang memprotes hasil pemilu kepala daerah, berakhir ricuh.

Kericuhan berawal saat sekelompok massa yang tidak dikenal, menyerang demonstran, yang sedang melakukan orasi di depan Kantor KPU di Jalan Ressang Pangkajene Sidrap. Massa yang berkumpul di depan Kantor BRI Sidrap di Jalan Jendral Sudirman itu, tampak melempari demonstran dengan batu.

Warga yang berunjukrasa juga tampak diserang dengan menggunakan parang. Akibatnya, aksi yang dimulai pada pukul 10.30 WITA itu, langsung ricuh. Mapesid yang awalnya hanya berorasi, langsung melakukan serangan balik dengan menggunakan batu.

Sebagian lainnya, juga tampak berusaha menyerang balik dengan menggunakan parang. Namun penyerangan yang berlangsung sekitar 20 menit itu, dapat diamankan oleh anggota Mapolres Sidrap.

Akibat aksi saling serang itu, seorang demonstran luka di bagian kepala terkena batu. Kepala Unit Khusus Satuan Reskrim Polres Sidrap Ipda M Aulia Nasution, juga luka di tangan kanannya akibat sabetan parang.

Keduanya langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Nene Mallomo Sidrap untuk mendapat perawatan. Aulia yang mengalami luka di tangan kanannya mendapat sepuluh jahitan. Meski demikian, Kanit Khusus itu tidak dirawat di rumah sakit.

Untuk membantu mengamankan situasi, Anggota Polres Sidrap dibantu oleh Polwil Parepare, Polresta Parepare, dan Satuan Brimob Parepare, dengan pasukan masing-masing sebanyak satu kompi.

Setelah aman, perwakilan pengunjuk rasa tampak menemui anggota KPU Sidrap. Mereka menyatakan penolakan atas hasil pleno KPU yang menetapkan pasangan Rusdi Masse-Dollah Mando (Ridho) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidrap terpilih.

Menurut mereka, Bupati Sidrap terpilih, Rusdi Masse, melakukan pelanggaran pemilu karena menggunakan ijazah palsu. Oleh sebab itu, mereka meminta kepada KPU agar terbuka dengan membeberkan hasil verifikasi terhadap berkas pendaftaran Rusdi Masse.

Selain itu, mereka juga menuntut agar pelantikan Ridho ditunda hingga proses hukum atas dugaan penggunaan ijazah palsu, selesai diusut. Pengunjuk rasa juga menuntut kasus kekerasan yang terjadi atas Lurah Pangkajene Kecamatan Maritengae Noer Rahmat, diselesaikan dengan tuntas. 

"Kami tidak ingin dipimpin oleh bupati yang terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan ijazah. Kami juga menganggap telah terjadi persekongkolan besar-besaran antar penyelenggara pemilu di Sidrap," tegas Jenderal Lapangan A Fery. 

Ketua KPU Sidrap M Yasin yang menerima perwakilan pengunjuk rasa, menolak permintaan mereka untuk menghentikan proses pelantikan duet Ridho dihentikan. Menurut Yasin, KPU tidak mempunyai kewenangan untuk itu.

"Kami hanya penyelenggara pemilu, dan hasilnya telah diserahkan ke DPRD Sidrap. Maka tugas kami telah selesai. Untuk proses pelantikan, DPRD yang mempunyai kewenangan," jelasnya.

Setelah berdialog dengan anggota KPU, ratusan pengunjuk rasa melakukan aksi long march sejauh 800 meter menuju ke Kantor DPRD Sidrap. Di tempat itu, mereka juga menyampaikan tuntutan yang sama.

Ketua DPRD Sidrap A Bagenda Ali, Wakil Ketua Sutanto, dan sejumlah anggota dewan yang menerima perwakilan demonstran, berjanji akan mendiskusikan tuntutan mereka secara internal. Anggota dewan juga bersedia menyampaikan aspirasi mereka ke Departemen Dalam Negeri.

Sebelumnya diberitakan, pasangan Ridho yang memenangkan pemilu Sidrap, dipastikan akan dilantikan bulan depan. Hal itu menyusul terbitnya Surat Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 360/PAN.MK/XI/2008, tanggal 13 November 2008, perihal, keterangan perkara Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Panitera MK, Kasianur Sidauruk, pada intinya dijelaskan, berdasarkan perintah Ketua MK Mahfud MD, bahwa hingga tanggal 12 November 2008, pukul 15.15 WIB, tidak ada perkara dan atau registrasi perkara mengenai perselisihan hasil Pemilu Sidrap.

Selain itu, berkas usulan pelantikan Ridho, saat ini juga tengah diproses di Depdagri untuk mendapat persetujuan dari Mendagri Mardiyanto. Diperkirakan, pelantikan Ridho akan berlangsung pada 15 Desember, menyusul berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sidrap, A Ranggong-Musyafir Arifin Nu'mang, pada tanggal yang sama. (M Syahlan/Sindo) (fit)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Share Artikel : Facebook | Twitter

Dibaca 874 x  

Kirim Komentar

Berita Terkait: Pilkada Sulsel
more...
Berita Lainnya:
more...
« Go Back
© 2007 - 2014 okezone.com, All Rights Reserved.
read/ rendering in 0.1039 seconds -i170-