Minggu, 26 April 2015 Sign In | Sign Up
Si Manusia Gerobak Bebas Digaruk Asal...
Ilustrasi (Ist)
MegapolitanSelasa, 26 Oktober 2010 - 08:07 wib

Si Manusia Gerobak Bebas Digaruk Asal...

Taufik Hidayat - Okezone

JAKARTA - Tidur di dalam gerobak bukanlah hal yang nyaman. Dijamin tubuh akan merasa sakit dan pegal-pegal karena harus menempati kotak berukuran 2x1 meter.

Itulah yang dilakoni Sudarmi (64) bersama anaknya, di gerobak yang diparkir di Jalan Cikini IV,

"Di sini tinggal aman yang penting barang-barang plastik dijual ke Pak Agus semua. Mau gimana lagi," katanya.

Selain Sudarmi, ada 20 orang lainnya yang tinggal di dalam gerobak di sepanjang jembatan rel kereta api itu. Mereka melakukan rutinitas sehari-hari, seperti memasak, makan, dan minum. Mereka juga harus membayar uang sebesar Rp2.000 untuk mandi di toilet umum Stasiun Kereta Api Cikini.

Selain mencari barang-barang bekas, Sudarmi berjualan kopi dan rokok di tempat tinggalnya. Dia bisa berjualan karena seorang warga memberinya uang Rp100 ribu untuk modal awal membuka usaha. Uang tersebut dia belikan sendok, piring dan gelas dari sesama teman pemulung. Barang-barang itu masih bagus meski diperoleh dari memulung.

Keuntungan yang didapat dari berjualan rokok atau kopi tidak begitu menguntungkan. Tetapi dia merasa memiliki tanggung jawab karena si pemberi uang ingin dia tetap berjualan.

(ram)
Show More
KIRIM KOMENTAR
Login untuk komentar
    BERITA LAINNYA
    BACK TO TOP
    Available On