Sabtu, 29 November 2014 Sign In | Sign Up
Blue Chip
Ilustrasi
investasi di pasar modalSenin, 10 Oktober 2011 - 10:05 wib

Blue Chip

-
ISTILAH blue chip di pasar modal bukanlah istilah baru. Entah kapan pertama kali munculnya istilah ini, yang jelas ia merujuk pada sekelompok saham unggulan yang ditransaksikan di bursa efek. Setiap bursa efek di mana pun berada selalu memiliki sekelompok saham unggulan. Disebut unggulan karena saham jenis ini memiliki karakter dasar yang istimewa. Adapun karakter istimewa dari saham-saham unggulan antara lain :

1. Memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar (big cap). Nilai kapitalisasi pasar merupakan perkali antara harga saham dengan jumlah saham perusahaan. Karena itu besarnya kapitalisasi pasar seringkali dijadikan gambaran nilai perusahaan. Jika kapitalisasi perusahaan misalnya Rp1 triliun, maka paling tidak nilai perusahaan adalah sebesar itu. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), batasan big cap tidak ada formulanya. Namun, jika dilihat dari sebaran jenis saham yang listing dan diperdagangkan di BEI, maka satu saham masuk dalam kelompok big cap jika nilai kapitalisasinya di atas Rp1 triliun.

2. Likuid. Satu saham disebut likuid jika saham tersebut gampang ditransaksikan pada harga yang wajar. Artinya, jika investor membutuhkan uang, smaka saham tersebut sewaktu-waktu bisa dicairkan menjadi uang. Jika investor hendak menjual, selalu ada investor lain yang bersedia membeli. Semakin besar nilai, volume, dan frekuensi transaksi suatu saham, maka saham tersebut semakin likuid.

3. Kinerja keuangannya tumbuh stabil dan konsisten dari waktu ke waktu. Dari sisi fundamental, pendapatan dan laba bersih selalu mengalami kenaikan yang stabil. Misalnya laba bersih setiap tahun tumbuh antara 15 persen hingga 20 persen. Dengan stabilnya fundamental emiten, maka investor bisa memprediksi berapa laba yang bakal dicapai oleh emiten pada masa mendatang dan berapa harga saham yang wajar di pasar.

4. Jumlah pemegang sahamnya besar (di atas 400 pihak) karena banyak investor atau fund manager yang menjadikannya sebagai portofolio investasi. Jumlah pemegang saham ini juga ikut menentukan likuiditas saham di pasar. Contoh nyata di pasar adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Hampir semua investor besar termasuk fund manager menjadikannya sebagai portofolio. Karena itulah, sebegitu besarnya jumlah pemegang saham, saham BUMI sering juga dijuluki sebagai saham sejuta umat.

5. Senantiasa membagikan dividen setiap tahun. Dividen merupakan bagian yang penting bagi investor. Ia merupakan salah satu indikator tingkat kesehatan emiten. Jika emiten sehat, fundamentalnya selalu tumbuh dan manajemen cash flow yang bagus, maka ia akan membagikan dividen setiap tahun.

6. Cash flow-nya bagus. Artinya, emiten tidak menemui kendala soal dana jika hendak melakukan ekspansi usaha. Kapan saja jika ada rencana ekspansi bisa didanai oleh dana dari perusahaan sendiri.

7. Transparan dan manajemen profesional. Artinya, informasi material yang berkaitan dengan kondisi emiten selalu tersedia dan terdistribusi secara merata ke semua investor baik lokal maupun asing. Tidak terjadi asimetris informasi di pasar.

8. Patuh pada berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kalangan analis selalu menyarankan jika berinvestasi di saham, pilihlah saham-saham yang blue chip. Sebab area tersebut memang ramai dan banyak pemainnya. Beberapa contoh saham blue chip di BEI adalah saham PT Astra International Tbk (ASII), saham PT Telkom Tbk (TLKM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertambangan Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Bank BCA Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank BRI Tbk (BBRI) dan masih banyak lagi.

Umumnya fundamental saham-saham blue chip di atas cukup stabil, likuiditasnya terjaga dengan baik, dan selalu membagikan dividen kepada investor. Kinerja fundamental mereka tidak bisa dilihat dan berubah setiap hari. Kinerja fundamental hanya bisa diintip melalui laporan keuangan yang diterbitkan per kuartal, semester dan tahunan. Sayangnya untuk kinerja per kuartal, distribusinya hanya terbatas ke bursa efek dan Bapepam-LK.

Pada umumnya kinerja keuangan saham blue chip pasti bagus, selalu mencatat pertumbuhan positif, selalu membagikan dividen kepada pemegang sahamnya dan harganya di pasar selalu naik dari waktu ke waktu. Dari sisi risiko tidak terlalu besar. Karena itu, jika investor ingin aman disarankan untuk berinvestasi pada saham blue chips. Jika harga saham blue chip terkoreksi biasanya proses pemulihannya akan berlangsung cepat. (Tim BEI) (wdi)
KIRIM KOMENTAR
Login untuk komentar
    BERITA TERKAIT
    FOTO LAINNYA
    VIDEO LAINNYA
    BACK TO TOP
    Available On
    x
    Kenali New Mobile Okezone