Jum'at, 19 Desember 2014 Sign In | Sign Up
Tol Cikampek-Palimanan Beroperasi 2014
Ilustrasi. Foto: Koran SI
Sektor RiilJum'at, 28 Oktober 2011 - 09:04 wib

Tol Cikampek-Palimanan Beroperasi 2014

Koran SI - Koran SI
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali melanjutkan pembangunan proyek ruas jalan tol Cikampek-Palimanan melalui penandatanganan amendemen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT).

Pembangunan ruas tol ini ditargetkan selesai pada 2014. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, ruas jalan tol sepanjang 116,75 km ini adalah ruas tol yang menjadi prioritas pemerintah untuk segera dibangun karena akan menghubungkan trans-Jawa.

Menurut dia, dari 24 ruas tol yang dievaluasi pemerintah, ruas tol Cikampek-Palimanan menjadi ruas tol yang terpanjang dan tersiap untuk dibangun dibandingkan ruas lain.

Meskipun demikian, dia mengakui dalam pelaksanaannya ruas tol ini mengalami kendala, terutama dalam hal syarat pinjaman perbankan. Karena itu, dengan ditandatanganinya amendemen ini, diharapkan proses pelaksanaan groundbreaking (peletakan batu pertama) bisa dilaksanakan secepatnya.

“Kami berharap ground breaking ataupun soft ground breaking dilaksanakan pada November 2011 untuk memastikan pekerjaan sudah bisa dimulai,” kata Djoko di Jakarta.

Dia menyebutkan, kesiapan proyek tersebut berdasarkan tingkat financial rate of return on equity sudah mencapai 17,86 persen, juga dilihat dari progres pembebasan lahan yang saat ini sudah mencapai 92,45 persen dari total kebutuhan lahan.

Adapun sekira delapan persen lahan yang belum dibebaskan berupa tanah wakaf, tanah aset daerah, tanah milik Perhutani ,dan tanah milik masyarakat.

Dalam perjanjian tersebut setidaknya ditetapkan empat syarat dalam pelaksanaan kontrak bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yakni PT Lintas Marga Sedaya (LMS), yaitu adanya terminasi otomatis dalam hal cedera janji sebelum ada pencairan pinjaman, keberadaan independent engineer dalam pengawasan konstruksi dan pemeliharaan, serta perbankan memiliki hak step in right dan pengaturan jika terjadi terminasi.

Selanjutnya, ketentuan financial close dilaksanakan dalam waktu enam bulan untuk perjanjian pinjaman dan pencairan pinjaman dalam waktu delapan bulan sejak ditandatanganinya amendemen PPJT.

Direktur Utama PT LMS M Fadzil mengatakan, sesuai jadwal, perusahaan berencana memulai proses konstruksi pada Maret 2012 dengan asumsi seluruh tanah di enam ruas tersebut sudah dibebaskan 100 persen. Sementara proses groundb reaking dijadwalkan pada Desember 2011.

“Kegiatan konstruksi akan dilaksanakan dalam jangka waktu 30 bulan atau jika dimulai pada Maret 2012, maka pekerjaan akan rampung pada Agustus 2014,” ujar Fadzil.

Mengenai sumber pembiayaan perbankan, katanya, masih akan dibicarakan lebih lanjut. Namun setidaknya ada 10 bank yang sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk membiayai ruas tersebut.

Proyek ruas tol Cikampek-Palimanan akan dibangun sepanjang 116,75 km dengan perkiraan total investasi mencapai Rp12,56 triliun. Perinciannya, untuk biaya konstruksi mencapai Rp7,67 triliun dan pengadaan tanah Rp550 miliar.

Penetapan tarif tol diperkirakan sebesar Rp753/km untuk golongan I,Rp1.130/km untuk golongan II,Rp1.507/km untuk golongan III, Rp1.883/km untuk golongan IV, dan Rp2.260/km untuk golongan V. (heru febrianto) (ade)
KIRIM KOMENTAR
Login untuk komentar
    BERITA TERKAIT
    FOTO LAINNYA
    VIDEO LAINNYA
    BACK TO TOP
    Available On
    x
    Kenali New Mobile Okezone