okezone
Home » Travel » Indonesiaku
Menilik Kehidupan Suku Dani di Papua Barat
Selasa, 8 November 2011 - 14:05 wib
Mutya Hanifah - Okezone

PAPUA Barat adalah tanah yang indah, namun keberadaannya masih jarang 'tersentuh' oleh keramaian wisatawan. Berada di provinsi ini, seperti berada di sebuah dunia lain yang berbeda.

Papua Barat dengan Ibu Kota Jayapura ternyata memiliki pemandangan indah yang jarang terekspos publik di atas Teluk Yos Sudarso dekat perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

Beranjak dari satu kota ke kota lain di Papua tidak selalu dapat ditempuh dengan perjalanan darat, namun harus ditempuh dengan pesawat kecil, seperti perjalanan dari Jayapura ke Wamena.

Umumnya, apabila ada wisatawan penting tiba di Bandar Udara Wamena, mereka akan disambut oleh salah satu suku tradisional Papua, yaitu suku Dani. Suku ini masih mengenakan koteka tradisional, menyambut pengunjung dengan tarian dan nyanyian khas mereka. Kemudian, suku ini akan memandu pengunjung ke desanya. perjalanan menuju desa Suku Dani sendiri merupakan petualangan tersendiri, karena jalanan menuju desa tersebut hanyalah terbuat dari lumpur dan bebatuan. Banyak jembatan yang rusak, karena cuaca. Uniknya,  mereka memperbaiki jembatan itu hanya dengan tangan kosong.

Betapa pun jauhnya desa mereka, Suku Dani selalu menyambut wisatawan yang datang dengan ramah dengan tarian dan nyanyian tradisional.  Pengunjung dipersilahkan tinggal di rumah tradisional mereka yang terbuat dari jerami dan kayu, tanpa peralatan modern.

Makanan sehari-hari mereka adalah ubi jalar dan sagu yang dmasak di atas daun pisang, daun talas dan daun singkong.terkadang jika ada suatu perayaan, mereka akan memasak "batu bakar". "Batu bakar" adalah dimana ayam atau babi dipotong kemudian dilemparkan ke lubang yang berisi bara panas setelah sebelumnya dibungkus dengan daun pisang dan diberi buah merah atau tawi. masakan ini dimasak tanpa bumbu atau garam sama sekali.

Buah merah juga merupakan makanan yang terkenal di kalangan Suku Dani. mereka percaya buah ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, bahkan juga HIV dan kanker.

Salah satu sisi unik dari Suku Dani adalah pengawetan mayat atau mumi. Hal ini dilakukan untuk menghormati tetua desa yang telah berkontribusi banyak kepada suku ini, agar sosoknya selalu dikenang oleh warga desa.

Untuk mencapai desa Suku Dani dapat dilakukan dengan penerbangan selama 40 menit dari Ibu kota Jayapura ke Wamena. Sebaiknya sebelum melakukan perjalanan ke tempat ini, lakukan terlebih dahulu vaksin malaria karena wabah malaria masih cukup banyak menghantui wilayah ini.
(rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Share Artikel : Facebook | Twitter

Dibaca 792 x  

Kirim Komentar

Berita Lainnya:
more...
« Go Back
© 2007 - 2014 okezone.com, All Rights Reserved.
read/ rendering in 0.0967 seconds -i183-