Selasa, 23 Desember 2014 Sign In | Sign Up
Dokumen Kesepakatan Iran-Suriah Bocor
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad dan Presiden Suriah Bashar al-Assad (Foto: The Guardian)
Timur TengahMinggu, 12 Februari 2012 - 11:05 wib

Dokumen Kesepakatan Iran-Suriah Bocor

Khairisa Ferida - Okezone
TEHERAN - Sebuah dokumen milik kantor Presiden Suriah yang bocor menyebutkan, Iran telah membantu Suriah dalam menghadapi sanksi internasional.

Sebelumnya Amerika Serikat (AS), Turki, Uni Eropa, Liga Arab serta negara-negara lain telah memberlakukan sanksi keras terhadap Suriah karena serangan rezim Presiden Bashar al-Assad terhadap warga sipil. Sebagai bagian dari sanksi, semua anggota Liga Arab telah memutuskan hubungan dengan Bank Sentral Suriah.

Negara-negara Liga Arab juga telah menghentikan penerbangan komersial dari Negara-negara mereka ke Suriah. Tak ketinggalan, Uni Eropa pun turut mengeluarkan sanksi dengan memberlakukan embargo minyak terhadap Suriah.

Dokumen yang bocor itu menunjukkan, Iran telah memberikan bantuan keuangan kepada Suriah lebih dari USD1 miliar atau Rp8,9 triliun (Rp8.985), dana itu akan digunakan untuk membantu mengatasi embargo minyak terhadap Suriah termasuk pembatasan penerbangan dan sanksi terhadap bank sentral. Demikian diberitakan Haaretz Minggu, (12/2/2012).

Menurut dokumen itu pula, pada 8 Desember 2011, Presiden Assad mengirim delegasi dan tokoh senior di pemerintahannya untuk melakukan pertemuan khusus dengan delegasi Iran yang berkunjung ke Suriah.

Delegasi Iran terdiri dari 10 anggota senior dari kantor Presiden Mahmoud Ahmadinejad, dan perwakilan dari Bank Sentral Iran serta sebagian lainnya berasal dari berbagai kementerian Iran. Delegasi itu bertemu dengan Perdana Menteri Suriah Adel Safar, kepala bank sentral Suriah, dan para menteri keuangan, perdagangan dan minyak.

Dalam pertemuan itu delegasi Iran mengumumkan, Iran mengalokasikan dana untuk membantu Suriah melalui transaksi perdagangan terhadap kebutuhan bahan pokok sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk mendorong bangkitnya perekonomian Suriah.

Akibat krisis yang terjadi di Suriah, rezim Suriah yang berada di bawah Presiden Assad ini memang tengah mengalami krisis ekonomi. Suriah membutuhkan dana untuk membayar angkatan bersenjata yang bertugas menghalau para pemberontak.

Selain itu Suriah juga membutuhkan dana untuk membayar puluhan ribu pejabat pemerintah, demi menjaga kesetiaan mereka terhadap Presiden Assad.

Sebagai imbalannya atas bantuan itu, Iran akan memasok suku cadang untuk industri minyak bumi Suriah yang sulit didapat karena sanksi yang dijatuhkan.

Dokumen tersebut juga menunjukkan, kedua negara membahas terkait cara-cara untuk mengatasi sanksi terhadap penerbangan dan kargo udara ke Suriah. Salah satu solusi yang dibahas adalah penciptaan rute baru dari Iran ke Suriah dan begitupun sebaliknya dengan menggunakan maskapai penerbangan Iran.

Iran juga mengusulkan pembentukan jalur udara dan pembentukan terowongan bawah tanah untuk memasok barang-barang kebutuhan dari Iran ataupun sebaliknya. Hal ini akan dilakukan melalui Irak, ujar dokumen tersebut.

Terkait dengan sanksi perbankan, kedua negara membahas terkait kemungkinan untuk mendirikan bank bersama guna mentransfer uang melalui Rusia dan China. Seperti diketahui Rusia dan China selama ini dikenal sebagai pendukung Iran dan Suriah, kedua negara ini pun memveto resolusi DK PBB terkait krisis Suriah.

Sementara dokumen lain yang bocor menyebutkan, pada 14 Desember 2011, Iran dan Suriah sepakat untuk menggunakan bank di Rusia dan Cina untuk memudahkan transfer dana antara kedua negara, mengingat kondisi saat yang sulit saat ini bagi kedua negara.

Kendati demikian, belum ada konfirmasi dari pejabat Iran maupun Suriah terkait bocornya dokumen ini. (rhs)
KIRIM KOMENTAR
Login untuk komentar
    BERITA TERKAIT
    FOTO LAINNYA
    VIDEO LAINNYA
    BACK TO TOP
    Available On
    x
    Kenali New Mobile Okezone