okezone
Home » International » Timur Tengah
"Barat Berusaha Ciptakan Krisis Baru di Timteng"
Rabu, 30 Mei 2012 - 18:03 wib
Khairisa Ferida - Okezone
detail Ketua Parlemen Iran Ali Larijani (Foto: Press TV) enlarge this image

TEHERAN - Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan, saat ini Amerika Serikat (AS) dan sekutunya tengah berupaya menciptakan krisis baru di Timur Tengah. Pernyataan Larijani ini merujuk pada kebijakan Barat atas krisis Suriah.

"AS mengatakan, mereka dapat melaksanakan intervensi militer di Suriah sama halnya seperti yang mereka lakukan di Libya. Mereka meremehkan masalah regional. Presiden AS saat ini akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan Presiden Jimmy Carter," ujar Larijani, seperti dikutip Trend, Rabu, (30/5/2012).

Namun, Larijani tidak menjelaskan lebih lanjut terkait kesalahan apa yang dimaksudkannya. Ketua Parlemen Iran itu mengatakan, yang terjadi di Suriah saat ini tidak sama dengan apa yang terjadi di Kota Bengazi, Libya.

"Situasi Kota Bengazi di Libya berbeda dengan situasi Suriah," tutur Larijani.

Larijani yang juga merupakan tokoh politik berpengaruh di Iran itu juga memperingatkan, Barat berhati-hati dengan kebijakan yang diambilnya. Menurutnya, kebijakan tersebut pada akhirnya akan berdampak pada sekutu terdekatnya, Israel.

"Konflik Suriah akan menyebar ke Palestina dan pada gilirannya ini akan berdampak kepada Israel. Barat harus lebih berhati-hati serta menahan diri dalam permainan yang berbahaya ini," tegas Larijani.

Selama ini Larijani diketahui aktif melontarkan kritikan-kritikan terhadap Barat. Larijani yang baru-baru ini berhasil terpilih kembali sebagai Ketua Parlemen Iran pun dikenal memiliki hubungan dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

Tidak hanya sosok Larijani yang dikenal sebagai politik. Adik dan kakaknya pun menduduki posisi penting dalam Pemerintahan Iran. (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Share Artikel : Facebook | Twitter

Dibaca 157 x  

Kirim Komentar

Berita Terkait: Iran
more...
Berita Lainnya:
more...
« Go Back
© 2007 - 2014 okezone.com, All Rights Reserved.
read/ rendering in 0.1008 seconds -i189-