okezone
Home » Health » Health Update
Gejala Lepasnya Plasenta pada Bumil & Solusinya
Sabtu, 7 Juli 2012 - 07:53 wib
Ina Naulanifa - Okezone
detail Wanita hamil (Foto: Corbis) enlarge this image

PERSENTASE terjadinya ari-ari lepas atau solusio plasenta, hanya berkisar 1:500 atau 1:300 kejadian pada ibu hamil. Meski sangat jarang, namun ibu tetap perlu waspada karena kondisi lepasnya ari-ari pada ibu hamil (bumil) harus segera ditangani dengan cepat.
 
Solusio plasenta berbeda dengan plasenta previa (plasenta menutup jalan lahir). Pada kasus plasenta previa, bumil mengalami perdarahan namun rahim tidak sakit dan biasanya darah berwarna merah segar. Sedangkan pada kasus solusio plasenta yang menonjol ialah sakit pada rahimnya (kontraksi), terkadang malah perdarahan tidak terlalu menonjol.
 
Pada solusio plasenta, perdarahan berwarna kehitaman (disebut darah tua) karena berada di belakang ari-ari, setelah beberapa waktu, baru keluar menyusuri dinding rahim dan selaput ketuban.
 
Ada beberapa tingkatan solusio plasenta, mulai dari paling ringan sampai yang paling berat, seperti dilansir Mom & Kiddie.
 
Kelas 0
 
Pada tingkatan ini, tidak ada gejala apa pun.
 
Kelas 1
 
Ini disebut juga solusio plasenta ringan. Gejalanya tidak perdarahan (tidak ada perdarahan vagina, jika pun ada hanya sedikit), rahim sedikit sakit (rahim agak kencang sedikit), kondisi ibu normal, belum ada gangguan pembekuan dan kondisi bayi masih normal. Kira-kira terdapat 48 persen dari semua kasus solusio plasenta yang ada.
 
Kelas 2
 
Inilah solusio plasenta sedang. Sebesar 27 persen kasus gejalanya tidak perdarahan (tidak ada perdarahan vagina, jika pun ada sedang). Tak hanya itu, rahim lebih terasa sakit, terkadang terasa kontraksi terus-menerus, denyut jantung ibu mulai meningkat. Jika berdiri, terkadang ada perubahan tekanan darah, bayi sudah mengalami distress, faktor pembekuan ibu sudah mulai menurun (fibrinogen). Pada kondisi ini, masih ada kemungkinan bayi diselamatkan.
 
Kelas 3
 
Pada tingkatan ini, bisa juga disebut solusio plasenta berat. Gejalanya bisa tanpa perdarahan atau sampai perdarahan berat (bisa variasi). Yang paling parah, perut sangat sakit dengan kontraksi terus menerus, ibu dalam kondisi syok, fibrinogen-nya turun jauh, gangguan pembekuan dan biasanya bayi meninggal.
 
Penanganan Solusio Plasenta
 
Pada prinsipnya penanganan bumil yang mengalami solusio plasenta baik sedang maupun berat adalah sama. Hal paling utama yakni penanganan untuk ibu.
Dalam proses perbaikan (pertolongan pertama) untuk sang Ibu, akan dilihat apakah janin masih bisa diselamatkan atau tidak. Jika janin masih bisa diselamatkan, akan diusahakan dengan segera untuk dilahirkan. Biasanya pasien solusio plasenta harus melaui proses cesar, tapi bukan berarti tidak bisa bersalin normal.
 
Tindakan caesar dilakukan karena bisa mengurangi stres bayi dan bisa lebih cepat dilakukan. Biasanya persalinan pada solusio plasenta berlangsung cepat. Jika kondisi bayi bisa dilahirkan secara normal maka harus dilihat dahulu apakah kondisi Ibu dan bayi memungkinkan, apakah bayi bisa melalui stres kontraksi atau tidak.
 
Kebanyakan kasus tersebut dilalui dengan cara caesar karena umumnya bayi belum cukup umur. Maka tindakan penanganan untuk bayi prematur harus segera dilaksanakan seperti harus segera diberi pertolongan di unit NICU (neonatal insentive care unit) atau ICU khusus bayi.
(tty)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Share Artikel : Facebook | Twitter

Dibaca 5.014 x  

Kirim Komentar

Berita Terkait: Health Update
more...
Berita Lainnya:
more...
« Go Back
© 2007 - 2014 okezone.com, All Rights Reserved.
read/ rendering in 0.0995 seconds -i189-