okezone
Home » Travel » Indonesiaku
Barongsai di Kota Tua, Menghibur Sekaligus Jaga Tradisi
Selasa, 24 Juli 2012 - 14:23 wib
detail Pertunjukan barongsai (Foto: cebicebicebicebi.deviantart) enlarge this image

JIKA ingin menonton barongsai dan pertunjukan tanjidor, salah satu tempat yang bisa dituju adalah di kawasan Kota Tua. Jika ke sana, boleh jadi yang akan Anda lihat adalah pertunjukan dari Komunitas Barongsai dan Tanjidor Museum Mandiri.

Sesekali cobalah mampir ke kawasan Kota Tua Jakarta. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan pertunjukan Barongsai dan Tanjidor Museum Mandiri yang murni beranggotakan para staf museum tersebut. Ya, para pemain kesenian Betawi sekaligus kebudayaan Tionghoa ini memang merupakan karyawan Museum Mandiri. Mereka sengaja diminta terlibat dalam pertunjukan guna melestarikan peninggalan tempo dulu.

”Kegiatan ini, bagi kami karyawan, termasuk sebagai bagian dari pekerjaan, malah diwajibkan oleh pimpinan. Kami pun senang karena istilahnya ikut ngejaga kebudayaan di Jakarta,” kata Abdul Rizky yang didapuk sebagai penanggung jawab komunitas ini.

Untuk tanjidor, sebenarnya para pelakunya berangkat dari kegiatan marching band Museum Mandiri. Sementara untuk barongsai, para pemainnya sempat berlatih dari pemain barongsai profesional selama sekitar dua tahun.

Pada awalnya, mereka mendapat pelatihan dari sang instruktur. Setelah menguasai dasar-dasar gerakan dan menggunakan alat musik, komunitas barongsai ini mulai latihan mandiri.

Dalam melakukan permainan barongsai, dibutuhkan kejelian dan ketangkasan serta tanggap dalam mengenal medan atau arena tempat bermain. Soalnya, permainan barongsai harus dapat dilakukan di segala medan, lapangan, bahkan yang luas tempatnya sangat minimalis.

Sekadar diketahui, barongsai adalah tarian tradisional Tionghoa dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa. Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin, sekitar abad ketiga sebelum Masehi.

Komunitas barongsai museum ini sudah lebih dulu terbentuk, yakni pada 2006. Sementara, tanjidor baru berdiri tahun lalu. Rizky sendiri tergabung dalam pemain barongsai. Menurut dia, para pemain barongsai ini berjumlah enam orang, terdiri atas pemain barongsai dua orang untuk bagian kepala dan ekor barongsai, pemain tambur, kleneng, dan simbal.

”Empat orang megang alat musik dan dua orang memegang kepala dan ekor barongsai,” tuturnya.

Adapun pemain tanjidor seluruhnya berjumlah 15 orang. Orkes ala Betawi ini menggunakan alat-alat musik yang terdiri atas penggabungan alat musik tiup, alat musik gesek, dan alat musik perkusi. Musik ini merupakan sisa dari musik baris dan musik tiup zaman Belanda di Indonesia.

Biasanya, kesenian ini ditampilkan untuk mengantar pengantin atau dalam acara pawai daerah. Namun, pada umumnya kesenian ini diadakan di suatu tempat yang akan dihadiri oleh masyarakat Betawi secara luas layaknya sebuah orkes.

Uniknya, para anggota komunitas ini berasal dari berbagai divisi yang ada di museum itu. Sebut saja cleaning service, koleksi, operasional, dan sebagainya. Mereka pun kerap tampil dalam berbagai acara museum maupun dipanggil untuk acara pembukaan berbagai bank. (SINDO/) (ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Share Artikel : Facebook | Twitter

Dibaca 769 x  

Kirim Komentar

Berita Terkait: Kota Tua Jakarta
more...
Berita Lainnya:
more...
« Go Back
© 2007 - 2014 okezone.com, All Rights Reserved.
read/ rendering in 0.1115 seconds -i111-