okezone
Home » Travel » Jelajah
Wisata Tanjung Lesung Bakal Bertaraf Internasional
Senin, 1 Oktober 2012 - 18:49 wib
detail Tanjung Lesung (Foto: infowisataku) enlarge this image

PANDEGLANG - Daya tarik wisata Tanjung Lesung membuatnya destinasi idaman banyak turis. Infrastruktur yang baik akan mendukungnya semakin dikenal, seperti pengadaan jalan tol.

Kawasan Tanjung Lesung ini tidak hanya menawarkan keindahan pantai dan olahraga air, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penginapan berbagai kelas, seperti hotel, vila, cottage, bahkan perkemahan atau kemping. Kawasan Tanjung Lesung memiliki pantai yang tenang, sehingga sangat cocok untuk melakukan olahraga air.

Untuk itu, di Tanjung Lesung terdapat beberapa pilihan kunjungan, seperti beach club, tempat ini sebagai pusat kegiatan olahraga air, seperti bermain jet ski, banana boat, open water diving, glass bottom boat, sea kayaking, pedal boat, snorkeling, fishing, dan diving lesson. Untuk tarif snorkeling under water hanya Rp300.000. Pengunjung bisa menikmati keindahan bawah laut di sekitar Tanjung Lesung.

Saat melakukan snorkeling, pengunjung bisa bermain dengan penghuni bawah laut yang menggemaskan, yaitu ikan-ikan kecil yang sedang bermain di sela terumbu karang. Bosan dengan melakukan snorkeling, pengunjung juga bisa menggunakan permainan air lainnya seperti banana boat dengan tarif Rp70.000 per orang, water ski Rp250.000 per orang, wake board Rp250.000 per orang, dan pedal boat Rp30.000 per orang.

Bagi yang datang rombongan, mereka bisa menggunakan glass bottom boat. Hanya dengan Rp60.000 per orang, mereka bisa melihat keindahan Tanjung Lesung di tengah lautan. Beach club bisa disebut sebagai pelabuhan yang memiliki dermaga kecil, karena terdapat penyewaan speed boat yang bisa mengantarkan para pengunjung ke berbagai pulau, seperti Pulau Peucang dan Cigenter di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, dan melihat Anak Gunung Krakatau.

Untuk mencapai Tanjung Lesung dari Jakarta bisa ditempuh lewat dua jalur. Pertama, mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar melalui pintu gerbang tol Serang Timur, lalu menuju Kota Pandeglang dan Labuan, dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung.

Kedua, mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar melalui gerbang tol Cilegon. Kemudian, menyusuri pesisir Anyer-Carita, lalu ke arah Labuan, dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung. Jarak Jakarta-Tanjung Lesung sekitar 160 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2,5-3 jam perjalanan dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi.

Pembangunan jalan tol dimaksimalkan

Lahirnya Peraturan Pemerintah RI Nomor 26 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, tidak banyak membantu percepatan pembangunan areal seluas 1.500 hektare. Padahal jika dimaksimalkan, kawasan tersebut akan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Bahkan jika infrastruktur sangat mendukung, tidak menutup kemungkinan banyak investor tertarik menanamkan modalnya di Tanjung Lesung.

Ketua Komisi I DPRD Pandeglang Yadi Murodi mengatakan, pembangunan KEK Tanjung Lesung terkesan jalan di tempat. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang diberi kewenangan khusus untuk pengelolaannya.

“Kami lihat belum ada perkembangan yang sangat signifikan setelah keluarnya PP No 26 tentang KEK Tanjung Lesung ini,” kata Yadi, kemarin.

Dia mengungkapkan, kehadiran KEK Tanjung Lesung harus didukung oleh infrastruktur yang memadai. Ironisnya, hingga sekarang pembangunan jalan tol Serang-Panimbang ataupun Bandara Panimbang sebagai fasilitas penunjang belum juga dimulai.

“Kami selalu mengawal dan membuat mudah perizinan untuk investor, tapi perkembangannya belum jelas,” terang dia.

Pihaknya menyoroti perluasan lahan yang dilakukan PT Banten West Java (BWJ) selaku pengelola kawasan Tanjung Lesung. Dia mengusulkan perusahaan tersebut melibatkan masyarakat agar tidak terjadi gejolak yang bisa menghambat pembangunan KEK Tanjung Lesung.

“Kami tetap menekankan adanya keterlibatan masyarakat saat proses pembebasan lahan hingga saat KEK sudah beroperasi,” katanya.

Sejauh ini, Pemprov Banten baru menyiapkan tahapan-tahapan penunjang, seperti dewan kawasan, pembentukan kesekretariatan, dan penyelesaian administrasi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Ajak Moeslim mengatakan, tahapan tersebut masih dalam proses.

Diharapkan, pada 2015 KEK Tanjung Lesung sudah bisa beroperasi. Menurut Ajak, kebutuhan luas tanah khusus di kawasan Tanjung Lesung yaitu 1500 ha. Saat ini lahan yang telah dibebaskan sudah mencapai 1.350 ha, sedangkan untuk lahan yang belum dibebaskan sekitar 150 ha.

“Kebutuhan investasi untuk membangun kawasan dan penunjang kawasan, kami perkirakan Rp60 triliun,” terangnya.

Saat ini, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) dan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) sedang menyiapkan kajian pembangunan sarana utama, yakni jalan tol Serang-Panimbang dan Bandara Panimbang.

Kepala DBMTR Provinsi Banten Suatadi menyatakan, pembangunan jalan tol Serang– Panimbang sepanjang 83 kilometer itu sudah memasuki tahap pembuatan masterplan dan feasibility study (FS). Untuk pembuatan FS itu, Pemprov Banten telah menyiapkan Rp1,5 miliar.

“Untuk alokasi pagu pembuatan FS ini, dalam kontraknya Pemprov Banten menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar,” kata Suatadi.

Menurut dia, proses pembangunan proyek jalan tol akan dilakukan oleh pihak investor. Kepala Dishubkominfo Provinsi Banten Husni Hasan menambahkan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan rencana lelang proyek pembangunan tol di Tanjung Lesung. Kehadiran jalan tol tersebut untuk menunjang Tanjung Lesung yang direncanakan dibangun menjadi kawasan wisata bertaraf internasional.

“Yang pasti, keberadaan tol tersebut nantinya akan menjadi akses utama menuju Tanjung Lesung, dan diprediksi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta mendukung kegiatan kepariwisataan di Banten,” katanya.

Sementara itu, untuk Bandara Panimbang sudah diputuskan dibangun di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, dengan kebutuhan lahan seluas 540,60 ha (tahap I 460,45 ha dan tahap II 80,15 ha). Infrastruktur penunjang lainnya yakni kehadiran Jembatan Selat Sunda (JSS) yang sudah dalam tahap kajian.
(SINDO/) (ftr)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Share Artikel : Facebook | Twitter

Dibaca 3.320 x  

Kirim Komentar

Berita Terkait: Wisata Pantai
more...
Berita Lainnya:
more...
« Go Back
© 2007 - 2014 okezone.com, All Rights Reserved.
read/ rendering in 0.1035 seconds -i111-