Senin, 22 Desember 2014 Sign In | Sign Up
Habibie Akan Bangun Kembali
Mantan Presiden RI BJ Habibie (foto: Runi Sari/Okezone)
ScienceKamis, 1 November 2012 - 18:09 wib

Habibie Akan Bangun Kembali "Kerajaan" Penerbangan Nasional

Ratih Keswara - Koran SI
YOGYAKARTA – Presiden Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) tengah berusaha membangun kembali "kerajaan" perusahaan penerbangan dengan pengetahuan teknologi yang dimilikinya.

“Sekarang saya sedang kembali berjuang mengembalikan kemampuan teknologi penerbangan Indonesia, dengan mendirikan perusahaan dirgantara PT Ragio Aviasi Industri (RAI),” ujar Habibie usai menyampaikan pidato ilmiah dalam acara Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) ke-7, di Yogyakarta, Kamis (1/11/2012).
 
Melalui perusahaan tersebut, Habibie berusaha mengembangkan kembali rancangan pesawat N-250 yang data-datanya saat ini masih dimiliki bangsa Indonesia, dan itu sudah dimiliki semuanya.

Habibie menuturkan, perusahaan tersebut merupakan perusahaan gabungan dengan perusahaan milik anaknya yakni PT Ilham. Dan dalam manajemen PT RAI, Habibie dipercaya menjadi ketua dewan komisaris.

Sudah seharusnya Indonesia unjuk gigi dan bersaing dengan negara lain. Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) pun dapat dimanfaatkan kembali untuk menciptakan kembali pesawat yang pernah dihasilkan IPTN.

“Kesiapan PT RAI untuk mengembangkan N-250 jenis baru ini akan dimulai lima tahun mendatang. Semoga dalam lima tahun ke depan saya masih sehat. Untuk itu saat ini saya sedang menuliskan pengembangan teknologinya,” imbuhnya.

Disisi lain, dia melihat bahwa untuk dapat mengembangkan teknologi dirgantara tidak mudah dan tidak murah. Untuk itu dia berpendapat, pengembangan teknologi kedirgantaraan di Indonesia cukup dilakukan dan difokuskan pada Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Jadi saya pikir, cukup di ITB saja tempat pengembangannya. Disana nantinya akan kita seleksi ketat Sumber Daya Manusia (SDM) para ahli di bidang dirgantara untuk mengembangkan dunia penerbangan Indonesia. Seleksi ketat SDM ini lebih pada kemampuan personal dalam bidang teknologi penerbangan, bukan karena suku, ras atau agama,” jelasnya.

Lebih jauh Habibie menyinggung ketika Indonesia pernah berhasil memiliki teknologi pesawat yang cukup canggih, seperti dengan hadirnya pesawat N-250 tahun 1995 yang merupakan pesawat regional komuter turboprop asli rancangan IPTN.

Adapula pesawat tipe CN-350 yang sudah pernah digunakan beberapa maskapai penerbangan di Indonesia. Namun sayangnya, apa yang telah dirintisnya sejak tahun 1974 tersebut runtuh perlahan-lahan.
(amr)
KIRIM KOMENTAR
Login untuk komentar
    BERITA TERKAIT
    FOTO LAINNYA
    VIDEO LAINNYA
    BACK TO TOP
    Available On
    x
    Kenali New Mobile Okezone