Share
Senin, 25 Mei 2015 Sign In
Pemuda dan Perubahan Bangsa
OpiniKamis, 1 November 2012 - 08:26 wib

Pemuda dan Perubahan Bangsa

-

Di antara anasir penting dari bangsa ini, pemuda adalah unsur yang sangat signifikan, dalam rangka membangun kembali bangsa dengan penanaman nilai nasionalisme yang sejati. Pemuda dirasa sebagai generasi penerus yang akan menahkodai perjalanan panjang bangsa ini. Pemuda dengan nasionalisme sejatinya diharapkan akan mampu membawa bangsa ini kepada pelabuhan yang menjadikan bangsa ini besar dan kaya. Dan sejarah telah membuktikan bahwa pemuda adalah ikon perubahan bangsa. Pemudalah yang selama ini telah mewarnai laju sejarah dan dinamika perjuangan bangsa. Melalui pemuda bangsa ini mampu lahir, bangkit, berdiri dan berjalan menjadi bangsa yang berdaulat, dengan berbagai dinamikanya.

Sejarah telah menorehkan tintanya, bahwa dalam setiap momen penting perubahan bangsa ini senantiasa melibatkan kaum muda sebagai lokomotif penggeraknya. Peran pemuda dalam perubahan sosial bangsa bukannya sebuah isapan jempol. Jika perubahan penting bangsa ini dapat dikategorikan menjadi beberapa tahap, maka pada semua tahapan, peran pemuda selalu mengambil andil sebagai katalisator perubahan tersebut. Secara singkat tahapan sejarah perubahan bangsa dapat diuraikan sebagai berikut:

Pertama, tahap kebangkitan. Fase ini dimulai dengan perubaan orientasi perjuangan bangsa dalam mencapai kemerdekaan. Yakni perubahan dari perjuangan secara fisik bersenjata, menjadi pejuang melalui organisasi. Budi Oetomo (BO) dalam hal ini dikenal sebagai peletak dasar menjamurnya organisasi pergerakan nasional.

Dari narasi historis di atas, dapat disimpulkan bahwasanya hampir dalam setiap moment penting dalam sejarah kebangsaan kita, senantisa melibatkan peran pemuda sebagai penggeraknya. Hal  ini berarti bahwa pemuda mempunyai peran sentral dalam konstelasi sejarah perubaan sosial di Indonesia. Terlepas dari wacana apakah peran pemuda tersebut ditunggangi atau tidak, di manfaatkan atau memanfaatkan, yang jelas secara empiris faktual, pemuda senantiasa telah memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Hal ini sekaligus menjadi pembenar bahwa, jika di tarik garis sejarah secara linier, maka ke depan peran pemuda akan selalu dinanti dan menentukan dalam perubahan sosial bangsa ini.

Reaktualisasi Semangat Sumpah Pemuda

Keterpurukan dan kelemahan kita saat ini, bukan selayaknya menjadikan kita lemah dan tak berdaya. Sebaliknya adalah cambuk yang akan memberikan semangat bagi kita untuk bekerja keras membangun bangsa ini. Ibarat usia manusia, jika pada usia muda kita bekerja keras untuk tujuan hari tua, maka secara posifistik, di hari tua nanti kita akan menuai hasil kerja keras kita.  Karena untuk menjadi bangsa besar, kita harus berfikir besar, untuk jangka panjang.  

Semangat nasionalisme harus kita bangun mulai hari ini, dan detik ini. Pemuda  yang matang sikap nasionalismenya akan mampu membawa masa dapan bangsa ini ke gerbang kejayaan. Dengan sikap nasionalisme, pemimpin bagsa ini akan menjadi pemimpin yang bijak, yang senantiasa mengutamakan kepentingan bangsanya di atas kepentingan lainnya.

Saat ini, diakui atau tidak, pemimpin kita adalah mereka yang krisis sikap nasionalisme. Kebikjakan yang ditelorkan seringkali bertendensi politis, untuk kepentingan partai dan dirinya sendiri. Sehingga tak jarang kebijakan tersebut melukai kepentingan rakyat, bahkan merugikan bangsanya sendiri. Inilah yang harus digeser pada kecenderiungan pemimpin kita. Pemimpin bangsa ini ke depan, merupakan pengabdi bangsa ini, bukan penguasa. “Sayyid al qaumi khodimuhum” pemimpin suatu kaum adalah pelayan kaum tersebut, begitu bunyi sebuah adagium Arab. Ke depan, bangsa ini sangat merindiukan seorang pemimpin yang bersedia secara tulus mengabdi pada bangsa, melayani rakyat serta semua komponen yang ada dalam kesatuan organisasi yang bernama Negera Kesatuan Republik Indonesia. Jika hal itu terwujud, bukanlah mustahil, suatu saat kita akan menjadi bangsa yang jaya.

Itu semua hanya akan terwujud jika mulai sekarang kita berkomitmen membangun generasi muda bangsa ini, menjadi calon pemimpin masa depan yang bijak dan ideal, yakni dengan cara menghiasinya dengan sikap dan perlilaku nasionalisme. Kecintaan generasi muda pada bangsa, akan mampu mengantarkan bangsa ini menjadi nusantara yang berperadaban tinggi, yang berpengaruh di dunia internasional, yang kemudian kita sebut “Pax Indonesiana”. Semoga!

Muhamad Mustaqim

(mbs)
BERITA REKOMENDASI opini
Show More
KIRIM KOMENTAR
Login untuk komentar
    BERITA LAINNYA
    BACK TO TOP
    Available On
    Image effectivemeasure