Jum'at, 19 Desember 2014 Sign In | Sign Up
Tingginya Angka Kematian Bayi Prematur di Negara Berkembang
Bayi prematur (Foto: BBC)
Health UpdateJum'at, 16 November 2012 - 14:33 wib

Tingginya Angka Kematian Bayi Prematur di Negara Berkembang

Niken Anggun Nurani - Okezone
HAMPIR 1,1 juta bayi prematur meninggal setiap tahun. Negara-negara dengan pendapatan masyarakatnya yang rendah menjadi negara yang memiliki tingkat kelahiran prematur paling tinggi.
 
Prematuritas adalah penyebab paling umum kedua kematian bagi anak-anak berusia lima tahun. Setiap tahun ada sekitar 15 juta bayi yang lahir sebelum usia kandungan menginjak 37 minggu kehamilan.
 
Sebuah analisis dari 39 negara maju mengungkapkan, hanya sekitar 5 persen angka kematian tersebut bisa ditekan, demikian yang dilansir BBC.
 
Kebanyakan kasus bayi lahir prematur yang muncul di negara-negara berkembang akibat dari minimnya perawatan ibu hamil. Pakar kesehatan anak dari berbagai organisasi, termasuk WHO, mengajak negara-negara maju untuk melaksanakan intervensi tentang bahaya merokok, mempromosikan kehamilan tunggal bagi bayi tabung, mengurangi perencanaannya kelahiran caesar yang sering dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo (kecuali ada alasan medis), juga memberikan suplemen progesteron untuk wanita dengan kehamilan berisiko tinggi dan jahitan serviks untuk wanita dengan leher rahim lemah.
 
Jika semua dapat dilakukan, maka ada kemungkinan sekitar 58.000 bayi lahir premature dapat dicegah.  Isu ini keluar sebelum hari prematurisasi dunia yang jatuh 17 November besok.
 
Para ahli mengatakan, pengurangan - yang dapat dicapai pada tahun 2015, akan bervariasi dari 8% di AS untuk pengurangan jauh lebih kecil di negara-negara Eropa yang paling, dan hanya 2% di Inggris.
 
Diharapkan dengan adanya pengurangan sebesar 5 persen dalam kelahiran bayi prematur di negara-negara maju, akan memicu riset yang lebih lanjut.
 
"Penelitian juga harus fokus pada penyebab kelahiran prematur dan solusi di negara-negara berpenghasilan rendah dimana tingkat kelahiran prematur yang tertinggi,” ujar Dr Joy Lawn, dari organisasi Save the Children. (ina) (tty)
KIRIM KOMENTAR
Login untuk komentar
    BERITA TERKAIT
    FOTO LAINNYA
    VIDEO LAINNYA
    BACK TO TOP
    Available On
    x
    Kenali New Mobile Okezone