Kamis, 18 Desember 2014 Sign In | Sign Up
Topan Mematikan di Filipina Itu Bernama Bopha
Pohon tumbang akibat hantaman Topan Bopha (Foto: AFP)
KaleidoskopKamis, 27 Desember 2012 - 16:06 wib

Topan Mematikan di Filipina Itu Bernama Bopha

Wahyu Dwi Anggoro - Okezone
JAKARTA - Pada awal Desember ini Filipina dihantam oleh Topan besar. Topan yang diberi nama Bopha itu menerjang Pulau Mindanao di wilayah selatan Filipina. Sekira 1.047 orang dikabarkan tercatat kehilangan nyawanya akibat Topan Bopha.

Jumlah korban tewas akibat Topan Bopha diperkirakan masih dapat bertambah karena terdapat 841 orang dilaporkan hilang. Topan Bopha merupakan topan terbesar yang dialami Filipina tahun ini dan merupakan peristiwa yang kedua kalinya menimpa Pulau Mindanao. Tepat setahun sebelumnya, Pulau Mindanao dihantam oleh Topan Washi yang juga memakan korban jiwa hingga ribuan orang.

Sebelum mencapai Filipina, Topan Bopha terlebih dahulu menghantam Kepulauan Mikronesia dan Palau. Topan itu sendiri tiba di wilayah pantai Filipina pada 3 Desember, membawa angin dengan kecepatan hingga 260 km per jam yang disertai dengan guyuran hujan lebat. Topan Bopha sempat meninggalkan wilayah Filipina pada 5 Desember tapi kemudian kembali berbalik dan menerjang wilayah utara Filipina pada 9 Desember.

Kebanyakan korban tewas di Filipina disebabkan oleh banjir bandang dan tanah longsor yang diakibatkan oleh hujan lebat yang dibawa oleh Topan Bopha. Angin kencang dari Bopha sendiri dilaporkan mengakibatkan banyak atap dari rumah-rumah warga terlepas terbawa angin.

Pemerintah Filipina sebenarnya telah mempersiapkan kedatangan Bopha. Mereka telah memperingatkan warga di Pulau Mindanao untuk berjaga-jaga akan datangnya topan. Pemerintah Filipina tidak mau kecolongan seperti halnya pada tahun lalu ketika Topan Washi datang pada saat kebanyakan warga sedang tertidur, menyebabkan jumlah korban yang tidak sedikit.

Daerah yang paling terkena dampak datangnya Topan Bopha adalah Provinsi Compostela Valley dan Davao Oriental. Kebanyakan korban yang tewas di provinsi tersebut diakibatkan terkena banjir bandang yang diakibatkan oleh Topan yang juga disebut dengan nama Pablo di negara itu.

Pada hari pertama datangnya topan dikabarkan setidaknya terdapat 49 warga yang tewas akibat tersapu banjir bandang di Kota New Bataan, Provinsi Compostela Valley. Sedangkan di beberapa kota di Provinsi Davao Oriental tercatat ada 51 warga yang meninggal dunia.

Topan Bopha juga menyebabkan sekitar 200 ribu warga terpaksa mengungsi. Namun kebanyakan bangunan di daerah yang terkena bencana  mengalami kerusakan yang parah, membuat pihak berwenang kesulitan untuk mencari tempat pengungsian bagi warga. Akses jalan ke daerah yang terkena bencana juga dilaporkan tertutup sehingga bantuan pemerintah untuk warga sulit untuk disalurkan.

Banyak pihak yang mengkritik jumlah korban yang tetap banyak walaupun pemerintah Filipina mengklaim telah melakukan persiapan untuk menghadapi datangnya Topan Bopha. Pemerintah beralasan kebanyakan warga yang tewas tinggal di daerah pegunungan yang rawan terjadi banjir bandang, namun warga di sana bersikukuh tidak ingin pindah dari daerah tersebut karena tanahnya yang subur untuk pertanian.

Kerusakan yang diakibatkan oleh Topan Bopha diperkirakan mencapai USD590 juta atau sekira Rp5,6 triliun (Rp9.650 per USD). Dunia internasional pun menawarkan bantuannya untuk menolong warga Filipina yang terkena bencana, termasuk juga Indonesia yang menyalurkan dana sebesar USD1 juta atau sekira Rp9,6 miliar dan bahan bantuan seberat empat ton kepada aparat di Filipina. (faj)
(rhs)
KIRIM KOMENTAR
Login untuk komentar
    BERITA TERKAIT
    FOTO LAINNYA
    VIDEO LAINNYA
    BACK TO TOP
    Available On
    x
    Kenali New Mobile Okezone