Jum'at, 19 Desember 2014 Sign In | Sign Up
Pembunuhan Berantai di Ponorogo, Pelaku Akan Dites Kejiwaan
Pelaku pembunuhan berantai di Ponorogo (Dok: Ahmad Subki/Sindo TV)
Greater JatimRabu, 20 Februari 2013 - 16:18 wib

Pembunuhan Berantai di Ponorogo, Pelaku Akan Dites Kejiwaan

Ahmad Subki - Sindo TV
PONOROGO - Penyidik Polres Ponorogo, Jawa Timur, bekerja keras mengungkap kasus pembunuhan berantai yang menewaskan sepasang kekasih, Mega Pratama dan Suprihatin.
 
Rencananya, polisi akan memeriksakan kondisi kejiwaan Eko Budi, pria yang membunuh anaknya sendiri, Mega Pratama.

Eko memang mengakui menyuruh rekannya, Udin, untuk membunuh dan membuang jasad Mega ke tepi sungai. Namun, dia tidak mengetahui bahwa anaknya itu telah membunuh kekasihnya, Suprihatin, kemudian mengubur jasadnya di kamar. Eko dan Udin selalu memberikan keterangan berbelit-belit sehingga polisi kesulitan mengungkap kasus pembunuhan yang menghebohkan Ponorogo itu.

Karena itu, polisi berencana melakukan pemeriksaan psikologis terhadap keduanya.

”Psikiater dari divisi psikologi Polda akan didatangkan untuk mengecek sebenarnya kondisi kejiwaan U (Udin) dan E (Eko) seperti apa. Baru kita mengarah ke yang lain. Olah TKP masih terus kami lakukan berulang-ulang, siapa tahu masih ada bukti lain,” terang Kapolres Ponorogo, AKBP Yuda Gustawan, Rabu (20/2/2013).

Dugaan polisi, Eko terlibat dalam pembunuhan Suprihatin. Sebab, Suprihatin dibunuh oleh Mega pada 28 Januari 2013, namun jenazahnya baru dikubur tiga hari berikutnya. Selama tiga hari tersebut, mayat seharusnya sudah bau busuk dan tercium penghuni lainnya. Polisi menduga Eko mengetahui ada mayat di rumahnya.

Sementara itu, Udin terlibat dalam penjualan telefon genggam milik Suprihatin. Udin juga sempat mengendarai sepeda motor milik Suprihatin. Namun, dia mengaku tidak mengetahui bahwa Suprihatin sudah meninggal dan jasadnya dikubur di kamar Mega.

Kasus ini terungkap setelah polisi menemukan jasad Mega, mahasiswa semester V Universitas Muhammadiyah, Ponorogo, pada 6 Februari 2013. Eko menyuruh Udin membunuh Mega dengan upah Rp200 ribu.

Dalam perkembangan penyidikan, pada 12 Februari 2013, polisi menemukan jasad Suprihatin yang dikubur di kamar dan ditutup cor semen.
(ton)
KIRIM KOMENTAR
Login untuk komentar
    BERITA TERKAIT
    FOTO LAINNYA
    VIDEO LAINNYA
    BACK TO TOP
    Available On
    x
    Kenali New Mobile Okezone