okezone
Home » Jawa Tengah » Jogja
Relawan 'Penakluk' Ular
Senin, 27 Mei 2013 - 22:09 wib
detail Relawan Sioux memeragakan cara menangkap ular (Foto: Ridho Hidayat/Koran Sindo) enlarge this image

SLEMAN - Berangkat dari keprihatinan dengan perburuan ular, khususnya di sawah, komunitas dari Yayasan Sioux Indonesia mengedukasi warga untuk tidak menghabisi hewan malata itu.

Alasannya, ular sawah sangat berjasa menjaga ekosistem dan membantu petani dari ancaman hama tikus dan lainnya.

Relawan yayasan yang berbasis di Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY, tersebut aktif terjun ke masyarakat untuk memberikan pemahaman soal manfaat ular.

Ketua Yayasan Sioux Indonesia, Aji Rachmat, mengatakan, banyak orang yang menganggap ular sebagai musuh. Sebenarnya, ular tidak akan mengganggu bila manusia menghargai keberadaannya. Sebaliknya, manfaat ular sawah banyak.

“Ular menjaga ekosistem. Hewan ini untuk makanan burung, seperti elang, burung hantu dan yang paling penting tikus,” jelasnya.

Lebih lanjut Aji menerangkan, Sioux sendiri berasal dari bahasa Indian yang berarti ular. Yayasan ini didirikan di Yogyakarta pada 2003. Saat ini, sudah sekira 200 relawan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Relawan akan bergerak bila terjadi bencana banjir. Tugas mereka mengevakuasi ular. “Kalau relawan lain mengevakuasi manusia, kami mengevakuasi ular,” tuturnya.

Aji menegaskan, komunitasnya bukan pecinta maupun kolektor ular. Pecinta, biasanya membeli ular untuk dipelihara. Sementara kolektor biasanya mencari ular yang aneh-aneh. “Kalau kami mengedukasi, misinya menyelamatkan ular,” terangnya.

Selain memberikan edukasi, relawan Sioux yang akrab disebut muscle itu juga membantu mengevakuasi ular yang masuk ke rumah warga. Sebab, masyarakat biasanya takut menghadapi hewan berbisa tersebut dan cenderung membunuhnya.

Instruktur Sioux, Owin, mengatakan, sebaiknya ular tidak dibunuh, namun disingkirkan menggunakan sapu ke sawah atau sungai. “Ada ular yang ke rumah untuk mencari makanan, seperti cicak, itu jangan dibunuh! Kita pindahkan ke tanah saja, ia akan pergi sendiri,” tuturnya.

Dia pun memberi tips apa yang harus dilakukan saat digigit ular. Hal yang terpenting, jelas dia, adalah tidak panik. Penanganan awal, yaitu mengikatkan pembalut yang elastis di titik gigitan.

Bahaya atau tidaknya dampak gigitan ular, kata Owin, bisa dilihat dari bekasnya, apakah berubah warna atau tidak. Kalau tidak berubah warna dibiarkan saja hingga pulih sendiri.

Sedangkan dampak gigitan yang berbahaya ada perubahan warna kulit menjadi kebiruan. Racun menyerang ke organ tubuh, seperti pankreas. Umumnya, dampak gigitan ular berbahaya akan menimbulkan mual. Ini disebabkan ada bagian dalam tubuh kita yang berupaya menetralisasi racun tersebut. Ada upaya perlawanan dari dalam tubuh terhadap racun tersebut.

Nah, pada saat itulah segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
(Ridho Hidayat/Koran SI) (ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Share Artikel : Facebook | Twitter

Dibaca 754 x  

Kirim Komentar

Berita Terkait: Ular Masuk Permukiman
more...
Berita Lainnya:
more...
« Go Back
© 2007 - 2014 okezone.com, All Rights Reserved.
read/ rendering in 0.1049 seconds -i183-