okezone
Home » News » Polhukam
Jokowi, Prabowo & Gita Akan Bertarung di 2014
Selasa, 11 Juni 2013 - 19:56 wib
TB Ardi Januar - Okezone
detail dokumentasi okezone.com enlarge this image

JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai punya kesamaan dalam cara menentukan sikap politik. Mereka dinilai percaya terhadap hasil lembaga survei.  
 
"Ini berbeda dengan tokoh-tokoh senior lain yang tidak percaya pada metodelogi ilmiah dalam menentukan pilihan politik," ujar Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans) Saiful Haq, Selasa (11/6/2013).
 
Karena itu, kata Saiful, dengan elektabilitas Joko Widodo yang moncer berdasarkan hampir semua rilis lembaga survei, Megawati akan memilih Gubernur DKI Jakarta itu sebagai capres PDIP. Bersamaan dengan itu, Mega saat ini sedang gencar menyiapkan kader mudanya untuk jadi pemimpin.
 
"Ibu Mega sudah melakukan itu dengan mencalonkan kader-kader mudanya, misalnya Ganjar Pranowo di (Pilgub) Jawa Tengah, dan Rieke Diah Pitaloka di Jawa Barat. Saya pikir itu menunjukkan Mega sedang menyiapkan generasi lapis baru PDIP. Itu sangat positif untuk perkembangan politik Indonesia," jelas Saiful Haq.
 
Apalagi, sambung dia, kalau Mega tidak ingin lagi jadi oposisi, tidak ada jalan lain kecuali mencalonkan Jokowi. "Kalau dia melaunching capresnya sebelum pemilihan legislatif 2014, PDIP diyakini menjadi pemenang mayoritas," imbuhnya.
 
Bagaimana dengan SBY? Saiful menjelaskan, sejak pilpres 2004 lalu sampai saat ini, SBY secara konsisten percaya dan terus mengamati hasil-hasil survei yang ada. Pilihan politik dia, selalu disandarkan pada temuan survei.
 
"Karena SBY sudah tidak bisa lagi mencalonkan diri, dan dia orang yang percaya survei, dimana ada dua nama teratas, Jokowi dan Prabowo Subianto. Satu karekternya, sangat merakyat. Kedua karekter yang sebenarnya dirindukan, karena tipikal Orde Baru tegas, cepat, sedikit otoriter," ungkapnya.
 
SBY, dalam hemat Saiful Haq, akan memilih figur yang berbeda karakternya dengan Jokowi dan Prabowo atau mungkin juga sebagai jalan tengah di antara kedua figur yang elektabilitasnya mentereng tersebut.
 
"Otomatis pilihan SBY, pada figur muda, punya background pendidikan yang bagus, lebih santun, berwibawa. Kalau kita melihat survei, nama Gita Wirjawan ada di 10 besar. Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan) sangat berpeluang menjadi kuda hitam Demokrat untuk menghadapi Jokowi dan Prabowo. Apalagi Gita punya karakter hampir sama dengan SBY," ungkapnya.
 
Meski begitu, lanjut Saiful Haq, masih terbuka kemungkinan apakah Jokowi dan Gita akan berhadap-hadapan atau menjalin komunukasi untuk bersama-sama di Pilpres 2014. Kemungkinan itu menurutnya fifty-fifty.
 
Sebelumnya, Board of advisor CSIS (Center for Strategic and International Studies) Jeffrie Geovanie, menyebutkan bahwa pilpres 2014 akan menjadi pertarungan para tokoh-tokoh muda. Dua di antara tokoh muda Gita Wirjawan dan Joko Widodo.
 
Gita maju sebagai capres tak lepas dari terobosan SBY yang menerapkan metode konvensi. "Dugaan saya, Megawati pun akan iklas melepaskan tiket pencapresan PDIP pada Jokowi yang semakin melejit elektabilitasnya saat ini," imbuh Jeffrie.
 
(teb)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

Share Artikel : Facebook | Twitter

Dibaca 253 x  

Kirim Komentar

Berita Terkait: Konvensi Demokrat
more...
Berita Lainnya:
more...
« Go Back
© 2007 - 2014 okezone.com, All Rights Reserved.
read/ rendering in 0.0954 seconds -i189-